Buatmu sang gila diwaktu matahari dtang, dan pergi
Dengan langkah pasti menuju puncak tinggi tanpa tertatih
Matamu tak pernah pasti memandangku
Terkadang aku ingin membaca rasa dibaliknya..
Aku percaya
Karna semuanya berlalu begitu saja
Bak air yang mengalir
Bak batu yang terguling
Aku tak mau hanyut tanpa arah pasti
Dan tak mau pula pecah berlawan batu lainnya..
Ini bukan apa² didalam diamku
Masih ada orang lain disini
Tatap tundukmu mulai kurindu
Saat tawamu hnya di balik layar.
Aku ingin lepas didalam tak terikat ini
Ingin lupa dibalik ingatan ini
Tapi apa?
Kau memberiku percaya untuk menjaga kenangan mu, dan percaya untuk membuat kenangan bersama
Diantara Batu, Pinus, Cemara dan Edelweis yang kau beri
Ditulis oleh : Nurul Izzah
Lincak9
Rabu, 27 Februari 2019
Kamis, 22 November 2018
Kesadaran Dalam Rindu Yang Tak Sempat Terucap
Mungkin saja semesta adalah ladang rindu, tempat segala pertemuan yang berubah menjadi candu.
Dan Pertemuan adalah bibit bibit candu, yang pada akhirnya berbuah rindu.
Dan ada satu yang aku sesali Hal paling berat dari rindu adalah merindukan seorang yang tidak pernah tau apakah ia merindukanmu juga.
Jika rindu saja sudah berat seperti ini, apakah merelakannya itu mudah?
Kamis 22 November 2018
Langganan:
Postingan (Atom)